Keindahan Matahari Terbenam Di Candi Ratu Boko



Sunset di Candi Ratu Boko 

sunset-ratu-boko-430x280 
Fenomena terbenamnya matahari di sore hari atau sering disebut sunset merupakan suatu pemandangan yang banyak diburu dan akan meninggalkan kenangan tersendiri bagi pengunjungnya. Salah satu tempat yang asyik untuk menikmati panorama yang eksotis itu berada di atas perbukitan, tepatnya di petilasan atau situs Candi Ratu Boko.
Untuk menikmati sunset pengunjung harus sampai di situs Candi Ratu Boko sebelum jam 16.00 WIB. Serta pastikan cuaca di kala itu dalam kondisi cerah. Setelah sampai di situs Candi Ratu Boko bergegaslah menuju gerbang situs karena di titik inilah keindahan sunset dapat dinikmati. Posisi yang nyaman untuk menikmati sunset di situs Candi Ratu Boko itu berada di anak tangga gerbang, tengah gerbang atau di bagian pelataran atas setelah masuk ke gerbang situs Candi Ratu Boko.
Di petilasan atau situs Candi Ratu Boko inilah terlihat jelas matahari serupa bola kuning yang perlahan tenggelam. Cahaya kuning keemasan Nampak indah mengelilingi bola kuning yang cahayanya berpendar ke angkasa. Bila kita melihatnya di pelataran setelah masuk gerbang terlihat bola kuning berada dalam kurungan gerbang situs Candi Ratu Boko. Keindahan sunset di Candi Ratu Boko ini hanya berlangsung beberapa menit saja, meski begitu keindahannya akan memberikan pengalaman tersendiri.
Lokasi dari situs Candi Ratu Boko ini tidak jauh dari Candi Prambanan, tepatnya di Jalan Solo Km 17, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Dari pertigaan Prambanan belok ke kanan dan kurang lebih 3 km dari situ adalah kompleks Candi Ratu Boko. Kira-kira 18 km sebelah timur kota Yogyakarta atau 50 km barat daya kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Petilasan Candi Ratu Boko merupakan sisa-sisa kemegahan kerajaan yang dibangun pada tahun 746 M -784 M oleh seorang Raja Rakai Penangkaran, yang merupakan keturunan Wangsa Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno.
Dahulu petilasan ini merupakan wihara dengan luas hampir 2,5 hektare. Wihara ini dipakai oleh Rakai Penangkaran untuk menyepi dari hiruk pikuknya dunia. Berpuluh-piluh tahun kemudian, sekitar tahun 856-863 M, Rakai Walang mengubah wihara ini menjadi keraton yang megah lengkap dengan fasilitas pertahanannya.
Selain menikmati keindahan sunsetnya, kita juga akan disuguhi dengan area padang rumput yang indah. Selain itu semburat awan hitam yang muncul di langit, siluet gapura petilasan, matahari yang bulat utuh serta rona jingga yang menyala perupakan perpaduan yang sangat indah yang disuguhkan oleh kompleks kawasan Candi Ratu Boko ini. Jelas sekali Rakai Penangkaran tidak salah memilih tempat untuk menyepi, selain jauh dari keramaian, panorama yang disuguhkan juga sangat indah.
Secara administrative situs Candi Ratu Boko ini terletak di wilayah dua pedukuhan yakni dukuh Dawung, Desa Bokoharjo dan dukuh Sumberwatu, desa Sambireja, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman. Lokasi sisa bangunan Candi Ratu Boko berada di atas bukit yang berasal dari cabang sistem Pegunungan Seribu. Sebuah prasasti Abhayagiri Wihara berangka tahun 792 M menjadi bukti ditemukannya situs Ratu Boko. Dalam prasasti ini menjelaskan bahwa seorang tokoh bernama Tejahpurnapane Panamkarana atau Rakai Penangkaran, serta menyebutkan suatu kawasan wihara di atas bukit yang dinamakan Abhayagiri Wihara.


sumber gambarhttp://ensiklopediaindonesia.com/wisata-indonesia/wisata-sejarah-budaya/indahnya-sunset-di-candi-ratu-boko-yogyakarta/
< >